KESAKSIAN SEORANG MAHASISWI DI KOTA SORONG
![]() |
| Foto bersama mahasiswa-i dan alumni |
Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena pada tanggal 25-27 April 2012 dapat hadir ke Sorong Papua menghadiri undangan seorang mitra. Ketika disana saya mengambil waktu bertemu dengan Tim Jaringan Pelayanan di Kota Sorong yang ada di bawah pembinaan kami. Mereka adalah sekelompok alumni dan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kota Sorong yang punya hati untuk melayani Tuhan di kampus-kampus yang ada di Kota Sorong, juga untuk menjangkau mahasiswa dan memuridkan mereka. Selama pertemuan, kami sharing Firman Tuhan, kesatuan Team dan Pelayanan mereka disana. Puji Tuhan karena mereka sangat bersemangat walaupun ada banyak tantangan.
Ada satu kesaksian yang sangat luar biasa yang dibagikan kepada saya yaitu tentang seorang mahasiswi semester awal dari kampus Poltekes yang melayani Mamanya yang sedang sekarat.
Mahasiswi ini bernama Wely, ia adalah seorang Kristen. Keluarganya tinggal di Kampung yang jauh dari lokasi tempat Wely kuliah. Di semester awal Wely sudah dilayani dan sedang ada dalam pembinaan dasar. Ia juga mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Rohani Kelas Dasar. Ketika mamanya tahu bahwa anaknya mengikuti kegiatan rohani, mamanya mendorong supaya anaknya ini setia mengikuti pelatihan tersebut. Sebenarnya mamanya dalam keadaan sakit keras, tetapi puji Tuhan karena ia mau memberi motivasi kepada anaknya untuk setia dibina dan dilatih.
Dan sesuatu terjadi, mamanya tiba-tiba mengalami kesembuhan. Karena sudah sembuh akhirnya mamanya pergi menjenguk anaknya ke kota, mamanya sangat rindu bertemu dengan Wely. Ketika pertama kali bertemu di Pelabuhan, yang mamanya minta pertama kali adalah ia minta supaya anaknya berdoa bagi dia, mamanya minta didoakan agar Tuhan mengampuni dosa-dosanya. Wely mendoakan mamanya, tetapi tidak sempat menceritakan kabar baik tentang Yesus kepada mamanya.
Beberapa hari setelah bertemu, mamanya kembali sakit keras dan dalam keadaan sangat parah. Wely yang adalah anak Tuhan sangat bersedih dengan kondisi mamanya, ia juga harus merawat mamanya sendiri karena tidak ada orang lain lagi di kota tersebut. Dengan sabar ia merawat mamanya. Tetapi sebagai mahasiswi yang sudah dilatih bagaimana dapat melayani dengan baik, Wely sangat rindu untuk menceritakan tentang Yesus Kristus kepada mamanya, tetapi selalu saja tidak ada kesempatan. Sampai suatu saat di rumah sakit dalam keadaan sekarat, Wely mendapat kesempatan tersebut, dimana semua orang sudah keluar dari kamar dan pengunjung sudah tiadak ada lagi.
Sungguh luar biasa kerinduan hati Wely agar mamanya dapat diselamatkan, ia menceritakan kasih dan rencana Allah melalui buku kecil 4 Hukum Rohani sampai 3 kali kepada mamanya.
Pertama kali ia bacakan ketika mamanya dalam keadaan sekarat dan sudah tidak sadar, ketika selesai membacakan buku 4HR, mamanya langsung tersadar, dan ia membacakan ulang yang kedua kali, ia mengikuti tuntunan anaknya untuk berdoa membuka hati menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Ketika Wely mengatakan Amin..mamanya dengan suara sangat lemah mengatakan Amin!.Wely menjelaskan bahwa mama sudah diselamatkan, dosa-dosa mama sudah ditebus oleh Tuhan Yesus, mamanya hanya mengangguk dan tersenyum.
Karena Wely ingin agar mamanya benar-benar berdoa menerima Yesus, iapun mengulangi sekali lagi sebagai pembacaan yang ketiga kepada mamanya. Selesai membacakan buku tersebut yang ketiga kalinya, mamanya sangat bersukacita, Wely melihat senyuman tanda kebahagiaan dan sukacita. Mamanya sudah berpesan agar anaknya yaitu Wely yang berdoa untuk penyerahan. Setelah itu Wely berdoa menyerahkan mamanya untuk diambil Tuhan. Empat Puluh Lima (45) menit kemudian, mamanya Wely meninggal dunia.
Menurut kesaksian mamanya tidak terlihat menderita di detik-detik terakhir, mamanya sangat siap bahkan dalam keadaan tersenyum, bahkan ketika mengembuskan nafas terakhir tidak terlalu keras, sewajarnya seperti orang yang bernafas dan sudah tidak lagi bernafas.
Ada sesuatu yang luar biasa dari kesaksian para anggota team jaringan, ternyata mereka tidak tahu bahwa mamanya memang butuh dilayani, karena hidup masih belum sungguh-sungguh dari Tuhan, masih ada dosa yang belum dibereskan dalam hidupnya. Tapi karena kasih dan rencana Allah yang indah, Tuhan memakai anaknya sebagai hamba Tuhan untuk menyelamatkan mamanya yang sekarat untuk menerima keselamatan dan hidup yang kekal sebelum dipanggil ke rumah Bapa di Sorga.
Ketika mendengar kesaksian ini saya terharu karena Tuhan memakai seorang mahasiswi yang masih muda, tapi mau dipakai Tuhan dengan luar biasa. Walaupun ia baru dilatih tapi ia berani bersaksi kepada keluarganya. Saya juga terharu karena Tuhan terus bergerak memakai anak-anakNya untuk menyatakan kemuliaanNya kepada banyak orang di kota Sorong.
Dari kesaksian tersebut saya semakin diteguhkan bahwa Tuhan memakai Team yang ada di kota Sorong ini dengan luar biasa. Tuhan memakai mereka untuk memberitakan kasih dan rencana Allah, juga memakai mereka untuk memuridkan dan melatih orang lain menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif di manapun berada.
Biarlah kita juga yang membaca kesaksian ini terus mau setia dipakai Tuhan dimana saja memberitakan kasih dan rencana Allah di dalam Yesus Kristus.
Doakan Team Jaringan ini, mereka sedang mempersiapkan Papua Student Leadership Conference II pada bulan Agustus untuk menjangkau lebih banyak mahasiswa yang ada di Papua.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Yoh 6:40
Yoh 6:40
SOLI DEO GLORIA, SEGALA KEMULIAAN HANYA BAGI ALLAH BAPA DI SORGA DI DALAM YESUS KRISTUS!



Komentar