Terciptanya Waktu
Kapankah waktu tercipta di alam semesta ini?
๐ ๐ ๐
Ada beberapa fakta yang dapat membuat kita terpana jika benar-benar memahami apa yang tertulis di Kejadian 1: 3-5 ini.
Berfirmanlah Allah: ”Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. (Kejadian 1:3-5).
Pertama. Tuhan menciptakan Cahaya
Ketika alam semesta diliputi kegelapan, Tuhan menciptakan ืืֹืจ (baca: or) yang artinya Cahaya. Dengan demikian cahaya yang menghasilkan terang itu sudah ada walaupun benda-benda penerang alam semesta seperti matahari dan bulan belum ada.
Hal ini menjelaskan bahwa esensi Cahaya bukanlah karena adanya Matahari atau Bulan melainkan karena diciptakan oleh Elohim sendiri.
Dengan diciptakannya cahaya di tengah kegelapan menjadikan dua unsur ini sebagai unsur yang sama sekali bertolakbelakang dan tidak dapat bersatu.
Ketika cahaya tiada, kegelapan ada. Dimana ada cahaya disitu juga kegelapan tiada.
Kedua. Cahaya adalah yang pertama dari semua yang Tuhan ciptakan dipandang baik.
Ketika Tuhan menciptakan Cahaya, Ia melihat sifat cahaya itu baik sehingga Ia memisahkan terang dan gelap. Tuhan tidak mengatakan gelap itu baik, hanya cahaya yang Ia nilai baik.
Hanya di ayat 3-5 ini saja, kata Cahaya (ืืֹืจ) dIulang sebanyak 5 kali. Artinya betapa pentingnya Cahaya bagi bumi dan alam semesta ini.
Kamus bahasa Ibrani Strong menjelaskan makna kiasan dari kata kegelapan ( ืืฉֶׁืְ - baca: chosek) adalah kesengsaraan, kehancuran, kematian, penolakan, dukacita, dan kejahatan. Semua definisi dari makna kiasan kegelapan ini bertentangan dengan hal yang baik.
Inilah alasan utama mengapa Elohim menghadirkan Cahaya Terang di tengah kegelapan. Secara kiasan kehadiran Terang menyingkirkan kesengsaraan, kehancuran, kematian, penolakan, dukacita, dan kejahatan.
Ketiga: Cahaya dan Kegelapan diberi nama
Ketika Tuhan memisahkan Cahaya (ืืֹืจ) dan kegelapan (ืืฉֶׁืְ baca Khosek), Tuhan memberikan nama kepada masing-masing mereka.
Cahaya dinamakan ื֔ืֹื (baca yowm) yang berarti waktu dimana terang terlihat. Oleh bahasa Inggris diterjemahkan dengan "day" sedangkan bahasa Indonesia adalah "siang", namun makna sebenarnya adalah saat dimana terang itu terlihat yaitu ketika matahari terbit sampai terbenam.
Kemudian Tuhan memberikan nama kepada kegelapan yaitu ืָ֑ืְืָื (baca: layelah) yang berarti jauh dari cahaya. Diterjemahkan oleh bahasa Inggris "night" dan oleh bahasa Indonesia "malam".
Keempat: Waktu Tercipta
Disinilah satu-satunya sumber yang menjelaskan bagaimana waktu di alam semesta tercipta dengan sendirinya.
Di ayat 5 inilah untuk pertama kalinya juga terminologi petang dan pagi muncul di alam semesta. Petang dan pagi dimunculkan untuk menekankan tentang keberadaan dimulainya hari dimana terang muncul dan gelap muncul di dalam keteraturan.
Sehingga ketika di ayat 5 menyebutkan petang ada, pagi ada, saat itulah untuk pertama kalinya waktu mulai berjalan untuk berputar yang disebut hari pertama.
Ketika waktu tercipta, matahari dan bulan belum ada, namun pagi dan malam sudah ada, gelap dan terang sudah ada dan menghasilkan 1 hari pertama sebagai identitas waktu.
Dengan demikian waktu merupakan suatu perputaran situasi di bumi ketika terang datang dan gelap pergi secara teratur, konsisten dan berkesinambungan.
๐ Kesimpulan:
Perhatikan bagaimana Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan teratur. Science berteori kehadiran terang adalah karena cahaya yang dikeluarkan oleh matahari dan bulan, namun Alkitab menjelaskan bahwa terang ada karena diciptakan oleh Elohim.
Begitu juga dengan waktu menurut Science ditentukan oleh perputaran matahari pada porosnya namun Alkitab menjelaskan Tuhan menciptakan Cahaya sehingga pagi dan petang hadir secara teratur sehingga waktu tercipta menghasilkan hari.
⏱️ Untuk direnungkan:
Ketika Cahaya Terang hadir, kegelapan hidup kesengsaraan, kehancuran, kematian, penolakan, dukacita, dan kejahatan pergi.
Yohanes 1 menjelaskan Yesus adalah Terang yang memberikan kehidupan yang kekal. Sudahkah Terang kehidupan tersebut hadir di dalam hidup anda?
๐Untuk dilakukan:
Cobalah untuk berada di suatu tempat dimana Anda bisa menyaksikan perubahan dari gelap ke terang atau sebaliknya dari terang ke gelap untuk menikmati bagaimana perubahan waktu berjalan menghasilkan hari.
Ketika Anda melakukan itu, dan menyadari betapa hebat, indah dan sempurnanya pengaturan Tuhan Pujilah Dia, Agungkan Elohim yang menciptakan waktu bagi semesta dan semua ciptaanNya.
Dengan hadirnya waktu seluruh semesta dan makhluk hidup tertangkap dalam kesementaraan agar menyadari makna kekekalan yang adalah milik dan terdapat hanya di dalam Tuhan Elohim yang menciptakan waktu.
๐ 7 Hari Tentang Penciptaan
⏳ Hari ke-3
#penciptaan #alam #semesta #cahaya #waktu ,#Tuhan

Komentar