Siapakah Markus? ---- (Renungan Pengantar Injil Markus)

Nama Markus sebagai penulis Injil pertama-tama ditemukan di Kisah Para Rasul 12:12

Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa. 

Nama sebenarnya adalah Yohanes dalam bahasa Ibrani, namun disebut juga Markus dalam bahasa Latin merupakan nama yang umum dipakai di Roma. Ketika Petrus dilepaskan dari penjara oleh malaikat, ia pertama-tama pergi ke rumah ibu nya Markus yang bernama Maria. Maria merupakan salah satu dari buah pelayanan awal Petrus dan rasul-rasul lainnya di Yerusalem. Maria ternyata menjadikan rumahnya sebagai tempat persekutuan doa gereja mula-mula di Yerusalem. Ini menjadi refrensi tentang hubungan Petrus dan Markus yang ia sebut dalam suratnya 

Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku. (1 Petrus 5:13)

dan alasan keterlibatan Barnabas pamannya Markus dalam penginjilan 

Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas--tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu (Kolose 4:10)

Gereja-gereja tradisional kuno menyatakan bahwa Petrus sebagai sumber utama dari tulisan Markus, sehingga kitab Markus disebut Injil Markus menurut Petrus.  

Ibu nya Markus yaitu Maria menjadikan rumahnya  sebagai rumah tempat persekutuan doa pada saat itu tidaklah mudah karena penganiayaan yang kuat terhadap pengikut Yesus Kristus terjadi dengan hebat. Namun terlihat kualitas iman ibu nya Yohanes Markus sebagai pengikut Yesus Kristus yang sejati memberikan dampak yang besar bagi gereja mula-mula dan bagi keluarganya. 

Tidak hanya rasul Petrus diberkati, orang-orang percaya di Yerusalem juga diberkati, anaknya diberkati sehingga menjadi seorang penulis Injil, juga saudaranya yang bernama Barnabas diberkati menjadi tim pelayanan penanaman gereja baru bersama rasul Paulus.

Refleksi: 

Setelah seseorang bertobat menerima Yesus Kristus secara pribadi dan menerima keselamatan biasanya tidak akan berdiam diri dan pasif terhadap Amanat Agung. Roh Kudus akan memberikan kegelisahan jika seorang percaya hanya menjadi berdiam diri dalam kepasifan terhadap kegerakan rohani. Seorang pengikut Yesus Kristus yang sejati akan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, dimulai dengan memberikan dampak bagi orang-orang terdekat, lingkungan keluarga, pelayanan, kota di tempat ia berada dan bahkan pada generasi berikutnya.

Aplikasi

Beban apa yang Tuhan taruh di hati Anda setelah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi? Sudahkah Anda aktif mengambil bagian dalam kegerakan rohani pada generasi ini?

Penulis: Ev. Zandy Y.W. Keliduan, SE, MABS 

 

Komentar

Postingan Populer