Pengakuan Keilahian Kristus ------ (Renungan ke-1 Injil Markus)
Pembacaan Firman Tuhan:Markus 1:1-8
Kalimat “permulaan Injil Yesus Kristus, Anak Allah” di Markus 1:1 di awal tulisan Markus menjelaskan bahwa buku yang ia tulis berisi kabar baik (Yunani: euaggelion) dari seorang pribadi yang bernama Yesus dengan gelar Christos (yang diurapi) dan status Anak Allah. Status tersebut bukan diberikan oleh Markus melainkan pernyataan dari Allah Bapa sendiri ketika Yesus dibaptis (Markus 1:11).
Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Markus 1:11)
Penjelasan Markus bahwa kehadiran Yesus merupakan penggenapan nubuatan Nabi Yesaya sangat penting karena Yesaya sangat dihormati oleh bangsa Israel yang sedang menantikan penggenapan nubuatannya tentang kedatangan Mesias untuk menyelamatkan mereka.
Markus menceritakan ketika Yohanes pembaptis melihat Yesus datang untuk dibaptis, ia memuliakanNya. Ia mengetahui dan sadar bahwa pribadi yang berjalan mendekatinya adalah Mesias yang dijanjikan untuk menyelamatkan mereka, sehingga ia merasa tidak layak, jangankan untuk membaptis, untuk membuka tali kasutNya pun tidak.
Yohanes mengenal Yesus sebagai manusia seperti dirinya, namun ia tidak menolak kenyataan bahwa Yesus adalah Allah yang telah datang dalam wujud manusia. Pernyataan “tidak layak” muncul dari hatinya yang terdalam tentang siapa itu Yesus dibandingkan dirinya yang hanyalah manusia biasa yang dipakai untuk mengawali kedatangan Mesias yang sejati. Pengakuan ini menunjukkan kerendahan hati dan keterbukaan jiwanya menerima Yesus sebagai Tuhan Juruselamat sesuai dengan nubuatan.
Refleksi:
Dasar dari iman percaya dimulai dari kerendahan hati menerima kenyataan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang telah datang ke dunia sebagai Juruselamat atas dosa manusia sesuai nubuatan para nabi. Kesombongan rohani muncul ketika idealisme, logika dan pesimis berada diatas iman percaya kepada firman Allah yang menyingkapkan identitas Yesus Kristus.
Kerendahan hati akan mendorong seseorang untuk percaya di dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, dan mengaku dengan mulutnya bahwa ia tidak ada apa-apanya, lebih kecil dari debu dibandingkan dengan kebesaran Allah di dalam Yesus Kristus.
Aplikasi:
Betapa kita membutuhkan Roh Kudus untuk merendahkan diri dan mengakui kebesaran dan keilahian Tuhan Yesus Kristus.
Penulis: Ev. Zandy Y.W. Keliduan, SE, MABS

Komentar