Hati yang bijaksana

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12)

Musa dalam kepemimpinannya membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menyaksikan betapa terbatasnya hidup manusia sehingga ia berdoa memohon kepada Tuhan bagaimana dapat menghitung hari-hari hidup ini agar memperoleh hati yang bijaksana. Musa menyadari bahwa dibutuhkan hati yang bijaksana untuk melangsungk
an proses kehidupan. Banyak dari orang Israel yang tidak hidup dengan hati yang bijaksana, tercermin d
ari sikap mereka yang suka melawan Tuhan, menentang hamba-hamba Tuhan, akhirnya dihukum Tuhan dalam perjalanan menuju tanah Kanaan.

Kita sebagai umat manusia yang diciptakan Tuhan membutuhkan hati yang bijaksana di dalam melangsungkan kehidupan ini. Hati yang bijaksana berhubungan dengan sikap hati yang takut akan Tuhan, sikap hati yang mengasihi Tuhan dan sesama dengan sungguh-sungguh dari hati yang murni dan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Hati yang bijaksana juga pada akhirnya dapat menempatkan diri kita di dalam kehendak dan rencana Allah bagi hidup kita. 

Allah menghendaki agar kita hidup memuliakan Dia melalui setiap hal yang dipercayakan Tuhan bagi kita. Baik pekerjaan, keluarga dan lingkungan pengaruh dimana kita berada. Dengan melakukan kehendak Tuhan maka apapun yang kita kerjakan akan menjadi saluran berkat bagi orang lain. Nilai-nilai yang disumbangkan untuk setiap hal yang kita kerjakan atas kehendak Tuhan bernilai kekal dan  diperhitungkan Tuhan saat ini maupun di masa yang akan datang.

Sudahkan kita memiliki hati yang bijaksana? Apakah kehendak Tuhan terealisasi di dalam setiap perbuatan kita? Jika belum, mintalah saat ini juga untuk Allah menuntun kita di dalam kehendakNya, supaya apa yang kita kerjakan tidak hanya bernilai sementara melainkan bernilai kekal. Tuhan memberkati.

 

 

Komentar

Postingan Populer