Menang Terhadap Cobaan Iblis ----- (Renungan ke-3 Injil Markus)

Pembacaan Firman Tuhan: Markus 1:12-13; Matius 4:1-11

Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.(Markus 1:12-13)

Ketiga penulis Injil sinoptik sama-sama menguraikan urutan peristiwa setelah Yesus dibaptis di sungai Yordan, Ia dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Markus menulis dengan singkat, namun Matius dan Lukas menguraikan dengan lebih detail. 

Peristiwa pencobaan Yesus di padang gurun memiliki pola dasar yang sama dengan pencobaan di Taman Eden, dimana iblis terlihat seperti menawari sesuatu yang menarik namun dibalik itu merupakan ide untuk melanggar kehendak Allah. 




 






 



Cobaan pertama, Yesus yang sedang lapar karena berpuasa selama 40 hari ditantang identitasNya sebagai Anak Allah untuk merubah batu menjadi roti. Tentu mudah saja bagi Yesus untuk melakukannya dan bermanfaat untuk menghilangkan lapar, namun prinsip ini salah. Salah karena yang memberi perintah adalah iblis  dan salah karena Yesus tidak membuat mujizat untuk kepentingan kemanusiaanNya. Ia melakukan mujizat selalu untuk menyatakan kemuliaan Allah melalui orang-orang yang dilayani berdasarkan iman mereka. 

Cobaan kedua iblis menggunakan firman Allah dari Mazmur 91:11-12 untuk mengelabui Yesus bahwa dengan identitasNya sebagai Anak Allah, Ia tidak akan mengalami celaka jika melompat dari bubungan bait Allah karena malaikat-malaikat akan menahan Dia. Terdengar rohani namun sudah jelas itu merupakan jebakan agar Yesus mengikut kehendaknya dan menjadi sombong karena menggunakan kuasa bukan berdasarkan kehendak Bapa. 

Cobaan ketiga merupakan puncak dan tersingkap tujuan utama iblis selama ini dibalik cobaannya yaitu agar menjadi pengikutnya dan menyembah dia.

Mat 4:8  Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 
Mat 4:9  dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."  

Tuhan Yesus memberikan contoh terbaik bagaimana menang terhadap cobaan iblis yaitu dengan memperkatakan firman dan menuruti kemauan Allah. Ia selalu menjawab dengan mengatakan, "ada tertulis...." Tidak ada ruang bagi Yesus untuk berdikskusi atau tawar menawar. Yesus dengan lugas dan tegas menyatakan kehendak Allah bagi si iblis yaitu melalui Firman Allah yang ditulis oleh hamba-hambaNya.

Refleksi :

Iblis begitu licik menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan manusia di dalam dosa dan menjadi pengikutnya yang berhujung kepada penyembahan kepadanya. Kebutuhan manusia, kesombongan rohani, keinginan untuk memiliki segala sesuatu menjadi sasaran empuk untuk mengelabui dan menggoda manusia ikut dan menyembah dia. Cara kita menghadapinya bukanlah dengan kekuatan fisik kita, melainkan dengan iman terhadap semua kehendak Allah yang tertulis di dalam Alkitab:

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 
Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.  (1 Petrus 5:8-10)

 

Aplikasi: 

Membuka diskusi dengan iblis hanya akan memberi peluang kepadanya untuk menguasai pikiran kita lebih jauh lagi. Ketegasan untuk tidak mengikuti iblis dan mengikuti kemauan Allah melalui firmanNya merupakan senjata terbaik untuk menang terhadap pencobaan.

Penulis: Ev. Zandy Y.W. Keliduan, SE, MABS

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer