Pengetahuan Keilahian Yesus ( Renungan ke-2 Injil Markus)

Pembacaan Firman Tuhan: Markus 1:9-11

Injil Matius 3:13-15 menjelaskan bahwa ketika Yesus datang untuk dibaptis, Yohanes enggan melakukannya dan merasa dialah yang seharusnya dibaptis oleh Yesus. Namun Yesus memberikan satu alasan mengapa Ia harus dibaptis oleh Yohanes. Sesuai terjemahan aslinya Yesus menjawab, “Izinkanlah pada saat ini; karena dengan cara demikian sudah sepantasnya kita menggenapi segala kebenaran.” (Mat 3:15). Yesus dibaptis bukan karena Ia kotor sehingga harus dibersihkan, bukan karena bersalah sehingga harus disucikan, namun karena kebenaran harus digenapi sepenuhnya. Selesai dibaptis suara dari Bapa di Sorga mengkonfirmasi identitas Yesus sebagai AnakNya yang diikuti oleh Roh Kudus turun ke atasNya. Kehadiran Allah Bapa dan Roh Kudus memperkuat pembukitan status Yesus sebagai Allah dan menjadi moment awal Allah Tritunggal mengumumkan kepada dunia bahwa misi penyelamatan Mesias telah dimulai.

Berdasarkan sejarah Yahudi, tempat dimana Yesus dibaptis di Sungai Yordan merupakan tempat yang suci bagi para pemimpin agama Yahudi karena disitulah tempat bangsa Israel menyeberang memasuki tanah Kanaan dipimpin oleh Yosua, dan di tempat itu juga Elia diangkat oleh kereta kuda berapi ke Sorga. Tempat yang strategis untuk memperkenalkan secara langsung kepada pemimpin bangsa Yahudi tentang siapa Yesus dan hubungannya dengan para nabi dan Allah sendiri. 

Refleksi: 

Sebagai orang percaya perlu memahami keilahian Yesus telah dikonfirmasi oleh Injil sejak awal kelahiranNya dan moment pembaptisan. Esensi keilaihianNya dibuktikan melalui kuasa mujizat yang Ia kerjakan dan disempurnkan dengan kebangkitanNya diantara orang mati setelah dibunuh dan dikuburkan. Iman yang benar kepada pribadi Yesus dibangun di atas dasar pengetahuan yang benar tentang apa yang dinyatakan oleh Allah sendiri melalui firmanNya. Seringkali kegagalan iman seseorang terjadi karena tidak memahami dengan benar siapa itu Yesus dan menjadikan Yesus sebagai figur yang dibentuk sesuai kemauan diri sendiri berdasarkan informasi dan imajinasinya.  

Aplikasi

Berdoalah agar kekayaan kemuliaan di dalam pengetahuan akan keilahian Yesus terus memenuhi hati dan pikiran kita melalui doa dan pembacaan firmanNya yang hidup.

(Penulis: Ev. Zandy Y.W.Keliduan, SE, MABS)

Komentar

Postingan Populer