Menggerakkan Hati Allah - (Renungan ke-9 Injil Markus)




Pembacaan Firman Tuhan: Markus 1: 40-45

Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan (Markus 1:41a)

Markus menjelaskan sikap dari orang kusta tersebut ketika datang kepada Yesus. Pertama-tama ia berlutut mengindikasikan bahwa ia merendahkan diri dan mengakui kemahakuasaan Yesus. Kemudian ia memohon bantuan kepada dengan statement awal “jika Engkau mau...” Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa ia sangat berharap kepada Yesus untuk menolong dirinya, beriman dengan sungguh bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya, namun juga pasrah kepada kehendak dan keputusan Yesus. Ternyata tindakan yang dilandasi dengan iman tersebut menggerakkan hati Yesus dengan belas kasihan sehingga Ia menyembuhkannya.

Peristiwa ini memunculkan dua karakter kepribadian Yesus  yaitu sebagai Allah yang penuh dengan belas kasihan dan  Allah yang berdaulat di atas segala sakit penyakit. Yesus tidak pernah menolak siapapun yang hendak datang kepadaNya; siapapun yang meminta kepadaNya dengan iman selalu Ia berikan pertolongan. Namun tidak semua orang yang sakit yang datang mendengar khotbah Yesus atau berada di wilayah pelayananNya langsung sembuh dengan sendirinya, atau semua kebutuhan otomatis menjadi terpenuhi pada saat. Namun hanya semua yang beriman percaya kepadaNya yang disertai dengan tindakan yang mendapatkan jamahan kuasa Yesus.

Refleksi: 

Orang percaya harus memahami kedua karakter ini dalam membangun iman yang sejati dan ketaatan yang penuh kepada Yesus. Merendahkan diri dalam penyembahan kepadaNya dengan iman percaya yang kuat tertuju kepada pribadi Yang Mahakuasa, dilandasi dengan pengharapan yang penuh akan pertolongan dariNya akan menggerakkan hati Allah, namun keputusan untuk mengabulkan permohonan yang dinaikkan adalah semata-mata berdasarkan keputusan dan kedaulatanNya yang mutlak. Orang percaya diberikan hak untuk berdoa, hak untuk meminta tetapi tidak bisa memaksa Tuhan untuk memberikan jawaban seperti yang dikehendaki oleh manusia

Aplikasi:

Pengenalan karakter Allah akan menentukan cara Anda mendekatiNya, apakah dengan iman, kerendahan hati, kekuatan sendiri atau landasan yang salah? Tuhan sudah menyatakan karakterNya, Anda hanya perlu bertindak seturut kehendakNya.  (Zandy Keliduan)

 

 

 

Komentar

Postingan Populer