Benih Kebenaran vs benih Kejahatan (Renungan ke-23 Kitab Injl Markus)

Markus 4:30-34

Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. (Markus 4:31a)

Kali ini Yesus menggunakan biji sesawi untuk menjelaskan perbandingan pertumbuhan benih yang sangat kecil menjadi sangat besar. Biji Sesawi yang dimaksud kemungkinan adalah biji sesawi hitam (σίναπι baca: Sinapi) yang memiliki ukuran kurang dari 1mm namun bisa bertumbuh mencapi 0,5 sampai dengan 2,5 meter, sehingga burung bisa bersarang di atasnya. Sesawi hitam yang dimanfaatkan oleh manusia adalah bijinya bukan pohon atau daunnya. Untuk itu pendengar saat itu diharapkan memahami mengapa Ia menambahkan objek burung yang bersarang dalam perumpamaan tersebut.

Di perumpamaan pertama burung diidentikan dengan iblis yang mencuri benih Injil dari hati dan pikiran pendengar. Oleh Matius dan Lukas perumpamaan sesawi ditulis sejajar dengan perumpamaan tentang pertumbuhan benih ilalang bersamaan dengan gandum, dan ragi. Di perumpamaan lain dijelaskan bahwa iman meskipun sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung yang besar sekalipun (Matius 17:20). Dengan demikian Yesus menjelaskan bahwa Kerajaan Allah harus dipahami dari sisi kebenaran yang ilahi namun ada sisi lain yang harus diwaspadai yaitu ajaran yang datang dari iblis dan setan-setan.

Perumpamaan ini menolong kita untuk berhati-hati terhadap apa yang kita dengar. Sejak awal memang benih ilahi dari Allah ditaburkan, namun iblis juga turut menabur benih kejahatan bersamaan. Alat penabur yang sangat efektif dan modern saat ini adalah media. Jutaan pengajaran baik dan buruk ditaburkan, miliaran orang dijangkau. Namun alat yang efektif untuk memfilter hanya ada 2 yaitu: Roh Kudus dan iman. Dengan Roh Kudus kita dapat membedakan mana yang benar dan salah. Dengan iman kita dapat memilih dan menjalani kebenaran yang sejati dari Allah. Bagaimanakah orang percaya dapat terus memproteksi dirinya dengan Roh Kudus dan Iman? Tentu saja firman Allah menjadi kekuatan utama yang menolong kita sekalian. Untuk itu kesetiaan di dalam membaca, memahami dan mengerjakan Firman Allah jangan sampai absent di dalam kehidupan kita. (Zandy Keliduan)

Insight: 

Sekecil apapun benih Firman Allah yang jatuh di hati dan pikiran kita jika dipelihara dengan baik akan menumbuhkan iman menjadi sangat besar dan kuat. Begitu juga benih kejahatan, ketidakpercayaan, ataupun dosa-dosa berpotensi bertumbuh besar menjadi tempat bersarangnya iblis.

Komentar

Postingan Populer