Berkat atau Kutuk (Renungan ke-28 Kitab Injl Markus)

Markus 6:7-13

And if the house is worthy, let your peace come upon it (Mat 10:13a – ESV)

Matius membahas bagian ini dengan menjelaskan dua bagian penting. Pertama, dalam bahasa Yunani dijelaskan bahwa damai sejahtera akan turn ke setiap “rumah” atau “keluarga” yang menerima salam para rasul (Matius 10:12-13). Kedua, jika ada orang yang tidak mau mendengar Injil yang disampaikan akan menerima penghukuman yang lebih berat dari Sodom dan Gomora. Dua janji yang mengikuti: berkat atau kutuk.

Ketika kami pelayanan ke distrik Senggi perbatasan RI-PNG Kerom Papua, seorang pendeta menceritakan tentang seorang missionaris yang mendrop dua box besar berisi makanan dan Alkitab dengan helikopter sebelum mendarat. Namun Alkitab mereka kubur, hanya makanan yang diambil. Begitu mendarat, missionaris tersebut diusir dan dianiyaya. Dengan hati yang perih ia kembali dan berdoa sambil mengebas kaki celananya. Tiga hari kemudian kutuk maut masuk dari satu rumah ke satu rumah lainnya; satu persatu orang dewasa meninggal dunia tanpa diketahui penyebabnya, hanya menyisakan anak-anak kecil. Sampai kami datang keturunan mereka masih hidup dalam kutuk, tidak ada satupun yang berhasil dalam pendidikan dan tidak mendapat pekerjaan.  Alkitab yang dikubur juga tidak dapat ditemukan.

Sebagai hamba Tuhan, saya melayani mereka. Semua keturunan dari keluarga-keluarga yang menguburkan Alkitab dan memukul misionaris tersebut berlutut dan mengaku dosa atas nama orang tua mereka. Semua yang hadir membuka hati menerima  Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Tepat jam 12 malam doa agar Tuhan mencabut kutuk dan menurunkan berkatNya. Malam itu kuasa Tuhan bekerja secara luar biasa menyelamatkan mereka terbebas dari dosa dan kutuk. 15 tahun kemudian saya mendengar kabar anak-anak mereka sukses dalam studi sampai perguruan tinggi dan mendapat pekerjaan yang layak.

Kuasa yang Yesus berikan kepada pelayanNya bukan hanya tertulis di Alkitab sebagai teori kosong untuk sekedar diketahui, namun nyata dan masih bekerja sampai hari ini. Siapapun yang percaya kepada Yesus Kristus dan dipanggil untuk menggenapkan AmanatNya memiliki kuasa dan otoritas yang sama dengan para rasul. (Zandy Keliduan)

Insight: 

Otoritas mendatangkan berkat atau kutuk ini bukan dipergunakan untuk menakuti atau mengutuki orang lain, namun untuk menyatakan kemuliaan Allah Bapa di Sorga melalui Tuhan Yesus Kristus Allah Yang Berkuasa.

 

Komentar

Postingan Populer