Dendam dan Sakit Hati (Renungan ke-29 Kitab Injil Markus)

Markus 6:14-29

For John had been saying to Herod, “It is not lawful for you to have your brother's wife.” (Markus 6:18 – ESV)

Dari 16 ayat, 12 ayat menceritakan plot pembunuhan terhadap Yohanes pembaptis sebagai hasil konspirasi Herodias melalui anak perempuannya. Di dalam bahasa Yunani menjelaskan bahwa Herodias sakit hati dan dendam hanya karena Yohanes Pembaptis mengatakan sikap Herodes Antipas menikahi Herodias tidak sesuai dengan ketentuan hukum (Taurat) karena masih menjadi istri Herodes Filipi saudaranya. Yohanes pembaptis menyuarakan kebenaran karena Herodes Antipas saat itu juga seorang Yahudi Ortodoks. Antipas tidak masalah, bahkan segan karena ia tahu Yohanes adalah seorang yang benar dan suci, namun Herodias sebagai gundik justru tidak menerima kebenaran tersebut dan menggunakan posisi suami tidak sahnya dan anak perempuannya untuk melampiaskan dendam dan akar pahitnya.

Terlepas dari posisinya sebagai gundik raja namun ia juga sebenarnya adalah seorang ibu yang seharusnya memberikan teladan yang baik kepada anaknya. Tapi justru sebaliknya, tanpa hati nurani, ia justru memanfaatkan anaknya  dengan meminta sesuatu yang jahat. Akar kejahatannya dimulai dari penolakan terhadap kebenaran yang disampaikan oleh hamba Allah yang mengakibatkan sakit hati, berkembang menjadi dendam dan bermuara kepada pembunuhan berencana.

Dendam dan akar pahit perlu ditelusuri akar penyebabnya, jika seperti yang dialami Herodias maka yang perlu dilakukan adalah pertobatan karena menolak kebenaran. Ataupun sakit hati karena mengalami ketidakadilan tetap dibutuhkan sikap pertobatan dan mengampuni. Roh Kudus yang diberikan Tuhan dalam hidup setiap orang percaya akan membawa kepada kekuatan untuk mengatasi akar pahit dan dendam sehingga mendatangkan kedamaian dan sukacita melimpah.

Ibrani 12:11  membangun prinsip bagaimana menghancurkan pondasi akar pahit dan dendam. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Zandy Keliduan)

Insight: berdoalah agar Tuhan memelihara hati dan pikiran kita terhadap keinginan yang jahat yang bermuara dari penolakan terhadap kebenaran yang dari Allah. Jika kedapatan sedikit saja bibit dendam dan sakit hati muncul di hati dan pikiran, segera cabut dan buang dengan kekuatan Roh Kudus.

 

Komentar

Postingan Populer