Latihan Iman (Renungan ke-24 Kitab Injil Markus)

Markus 4:35-41

"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" (Mar 4:40)

Selesai mengajar dengan beberapa perumpamaan, Yesus  mengajak murid-muridNya untuk bertolak ke seberang padahal sebagai Tuhan Ia tahu bahwa akan terjadi badai besar jika mereka berlayar saat itu. Mengapa Ia tetap pergi atau mengapa tidak ditunda saja keberangkatan mereka? Dan saat itu bukan hanya perahu mereka yang menyeberang, tetapi juga ada perahu-perahu lainnya yang menyertai mereka sehingga ketika badai besar yang dasyat menerjang, perahu-perahu lain pun merasakan hal yang sama. Ada dua ketakutan yang terjadi malam itu: ketakutan karena diterjang badai yang dahsyat dan ketakutan karena menyaksikan kuasa Yesus yang mendiamkan badai.

Yesus mengijinkan mereka diterpa badai dan tetap tidur meskipun perahu terguncang dengan hebat. Moment ini ternyata merupakan pelatihan iman bagi murid-murid yang masih baru terpilih sebagai rasul. Meskipun Yesus datang sebagai manusia namun Ia adalah Allah yang berotoritas sehinggga alam semestapun bisa mendengar dan tunduk kepadaNya. Yesus harus meneduhkan laut yang mengamuk karena iman murid-muridNya masih belum kuat untuk melakukannya. Meskipun Yesus menegur mereka karena takut, namun mereka melakukan hal yang tepat dengan berseru kepadaNya dalam tantangan. Mujizat terjadi, laut  diteduhkan dan mereka semua diselamatkan, termasuk semua perahu yang ada bersama-sama sedang berlayar di malam itu. Lihat hasil pelatihan ini, meskipun di kemudian hari para rasul menghadapi guncangan pelayanan yang lebih hebat, mereka tidak takut lagi, bahkan mampu menghadapinya  dengan kuasa Allah yang besar.

Pelatihan iman disediakan Tuhan bagi semua murid-murid Kristus di segala tempat dan sepanjang zaman. Tantangan-tantangan dalam pelayanan kadangkala tidak serta merta ditepis oleh Allah sehingga anak-anakNya selalu melalui laut yang teduh atau jalan yang rata. Ia seringkali seperti “membiarkan” pelayanan kita masuk dalam guncangan hebat, diterpa badai yang kencang, bahkan sampai kemasukan air yang banyak supaya kita terbiasa dan terlatih dengan hal yang sukar, namun tetap setia berharap kepadaNya. JanjiNya pasti!  Ia tidak akan membiarkan kita melangkah sendirian seperti kalimat terakhir di dalam pengutusanNya, “Aku akan menyertai kamu sampai kesudahan zaman”. (Zandy Keliduan)

Insight:  

Tuhan Yesus membiarkan umatNya masuk dalam berbagai tantangan agar iman terlatih dan menjadi lebih kuat dan terbiasa, namun  tetap bergantung dan berharap sepenuhnya kepadaNya.

 

Komentar

Postingan Populer