Mengapa Perumpamaan? (Renungan ke-19 Kitab Injil Markus)

 Markus 4:1-12

Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka (Mar 4:2)

Mengapa Yesus menggunakan perumpamaan untuk mengajar? Mengapa tidak langsung saja memberitahukan pointnya dengan jelas? Yesus mengutip Yesaya 6:9-10 sebagai alasannya..supaya sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."  Kutipan Yesus ini seakan-akan Yesus menutup jalan keselamatan bagi orang-orang tertentu. Tentu saja tidak, karena Yesus mau setiap orang merespon jalan keselamatan dan diselamatkan. Situasi di zaman Yesaya menjelaskan bahwa nabi-nabi menyampaikan Firman Allah namun tidak didengar, akhirnya kebenaran itu menjadi tertutup bagi mereka. Hal ini juga terjadi di Perjanjian Baru dimana kelompok-kelompok ahli Taurat menentang Yesus dengan menolak pengajaranNya, namun Ia masih memberi kesempatan agar mereka mendengar dan menemukan kebenaran dari perumpamaan yang Ia sampaikan. Dengan demikian Ia menekankan bagi orang-orang yang mendengar firmanNya saat itu agar jangan mengeraskan hati supaya firman Tuhan jangan menjadi tertutup untuk dipahami.

David Guzik menjelaskan bahwa perumpamaan bukanlah sebuah ilustrasi. Seorang guru yang baik dapat mengilustrasikan dengan menyatakan suatu kebenaran, dan kemudian mengilustrasikan kebenaran tersebut melalui sebuah cerita atau analogi. Namun ketika Yesus menggunakan perumpamaan, Dia tidak memulai dengan menyatakan suatu kebenaran. Sebaliknya, perumpamaan itu seperti sebuah pintu untuk keluar atau masuk. Para pendengar Yesus berdiri di ambang pintu dan mendengarkan Dia. Jika mereka tidak tertarik, mereka tetap berada di luar. Namun jika mereka tertarik, mereka dapat berjalan melewati pintu tersebut, dan memikirkan lebih banyak tentang kebenaran di balik perumpamaan tersebut dan apa maknanya bagi kehidupan mereka.

Yesus menggunakan perumpamaan supaya para pendengar menggali lebih dalam firman yang Ia sampaikan, menemukan kebenaran yang dapat memberkati dirinya, bahkan menyelamatkan. Untuk itu usaha, semangat untuk belajar dan doa mohon dituntun oleh Roh Kudus menjadi modal utama memahami kebenaran di dalam perumpamaan. (Zandy Keliduan)

Insight: Perumpamaan yang Yesus sampaikan berisi banyak kekayaan kebenaran yang dapat digali. Anda akan sangat bersukacita ketika menemukannya! Namun perlu usaha yang tekun dalam tuntuntan Roh Kudus.

Komentar

Postingan Populer