Tenggelam Dalam Ketakutan (Renungan ke-31 Kitab Injil Markus)
Markus 6:45-52
“O you of little faith, why did you doubt?” (Mat 14:31b – ESV)
Hanya Lukas yang tidak menulis peristiwa ini. Markus, Matius dan Yohanes masing-masing memiliki tambahan khusus untuk saling melengkapi dengan jelas apa yang terjadi malam itu. Markus menjelaskan bahwa Yesus berjalan di atas air dan hendak melalui mereka (Mark 6:48), plot yang tidak ditulis oleh Matius dan Yohanes. Begitu juga dengan Matius menambahkan cerita tentang Petrus yang sempat berjalan di atas air (Mat 14:28-31), sedangkan Yohanes menambahkan bahwa ketika Yesus naik ke dalam perahu, tiba-tiba saja mereka telah sampai ke pantai yang mereka tuju (Yohanes 6:21). Semua sama-sama menyampaikan mujizat yang Yesus kerjakan mulai dari memberi makan lebih dari 5000 orang, berjalan di atas air dan menghentikan angin ribut.
Petrus yang karakternya terkenal blak-blakan sempat berjalan di atas air namun mulai tenggelam ketika merasakan tiupan angin. Ia sempat memiliki keyakian yang kuat untuk mampu berjalan di atas air namun menjadi kendur seketika disaat merasakan angin kencang yang sedang menerpa dirinya. Ia takut akan tenggelam dan berseru kepada Yesus untuk pertolongan. Yesus menyelamatkannya sambil bertanya, hei kamu iman yang kecil, mengapa kamu ragu? Yesus mengabulkan permintaan Petrus, namun ketakutannya menurunkan keberlangsungan kerja mujizat sampai tuntas. Petrus menjadi seperti beralih tiba-tiba dari fokus kepada Yesus menjadi fokus kepada terpaan angin.
Iman yang awalnya kuat bisa menjadi menurun karena ketakutan dan keraguan. Takut dengan situasi yang terjadi di sekeliling dan keraguan apakah bisa berhasil dalam perjalanan menjalani mujzat Tuhan merupakan sikap yang sering disoroti Tuhan. Artinya, Tuhan menghendaki agar para pengikutNya memahami siapa Dia, kuasaNya, kasihNya, kehadiranNya, kebesaranNya atas alam semesta dan manusia, dan janji-janjiNya yang tidak pernah lalai untuk digenapkan. Fokus kepada Dia dengan segala atributNya merupakan kekuatan untuk tidak berpaling kepada badai yang datang.
Memang Ia tidak akan tinggal diam ketika kita berseru kepadaNya dalam kesusahan dan tantangan hidup, namun ada masa dimana kita perlu yakin dengan sungguh bahwa Ia selalu ada dengan kita sehingga kita tidak perlu mengalami ketakutan yang berlebihan. (Zandy Keliduan)
Insight: Dua sisi yang perlu diperhatikan dengan seksama, fokus kepada Tuhan dan atributNya atau fokus kepada persoalan dan dampaknya.

Komentar